Kopi Nusantara, Apa Aja Sich?

Artikel berikut baik kita simak. Judul aslinya "JENIS-JENIS KOPI NUSANTARA" diposting pada 18 February 2015 oleh www.ottencoffee.co.id dengan alamat: http://www.ottencoffee.co.id/majalah/jenis-jenis-kopi-nusantara/

Indonesia adalah negara yang diberkahi dengan letak geografis dan struktur tanah baik tempat bertumbuhnya kopi. Beberapa wilayah di Indonesia tersebar perkebunan kopi yang masing-masing hasil kopinya memiliki karakteristik unik dan berbeda-beda. Apa saja kopi nusantara dan bagaimana karakteristik setiap biji kopinya? Yuk, baca artikel dibawah ini.

Kopi Sumatera

Kopi Sumatera adalah salah satu kopi paling terkenal di dunia. Kopi Sumatera yang paling terkenal berasal dari Sumatera Utara dengan kopi Sidikalang, Lintong dan Mandheling. Kopi Sumatera memiliki cita rasa yang berat. Bisa dikatakan paling berat dan kompleks di antara jenis-jenis kopi yang ada di dunia. Beberapa ahli kopi mengatakan kopi Sumatera memiliki cita rasa unik karena dengan karakteristik dengan aroma rempah dan juga earthy. Kopi Sumatera memiliki tekstur halus dan berbau tajam. Inilah yang menyebabkan kopi Sumatera menjadi salah satu kopi paling laris. Kopi Suamtera diproses dalam dua cara yaitu proses semi-washed dan dry-processed. Ditanam di ketinggian dan kontur tanah ideal menjadikan kopi Sumatera berkualitas terbaik bahkan di mata Internasional.

Kopi Sulawesi

Tana Toraja adalah daerah yang diberkahi tanah tempat kopi tumbuh subur dengan kualitas yang tak kalah baik dari kopi dari daerah lain. Rasa yang kuat dan kadar asam yang tinggi menjadikan kopi Toraja diminati pasar yang memang menyukai kopi dengan keasaman tinggi. Meskipun sering disebut-sebut bercita rasa mirip dengan kopi Sumatera, tapi kopi Toraja memiliki ciri sendiri yang tentunya berbeda. Kopi Toraja memiliki bentuk biji yang lebih kecil dan lebih mengkilap dan licin pada kulit bijinya. Meskipun memiliki cita rasa asam, kopi Toraja memilki aroma earthy yang khas. Dan menurut ahli kopi aroma itulah yang menjadikan kopi Toraja berbeda dengan karakteristik yang unik pula.

Kopi Aceh Gayo

Siapa yang tidak kenal dengan kopi Aceh Gayo yang sudah tersohor kenikmatannya? Kopi yang berasal dari daerah Tanah Gayo Aceh Tengah ini menjadi salah satu jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi masyarakat maupun yang diekspor ke luar negeri. Kopi Gayo memiliki ciri unik dengan kekhasan aroma yang berbeda dengan kopi-kopi lain di Indonesia. Kopi Gayo menghasilkan sebagian besar jenis kopi Arabika terbaik. Cita rasa kopi Gayo sendiri terasa lebih pahit dengan tingkat keasaman rendah. Aromanya yang sangat tajam menjadikan jenis kopi ini disukai. Tak heran kopi ini menjadi penghasil kopi terbesar di Asia. Meskipun rasanya pahit, kopi Gayo memberi aroma gurih pada setiap tegukan.

Kopi Bali Kintamani

Kopi yang berasal dari daerah Kintamani Bali nan sejuk ini memang memiliki keunikan cita rasa yang berbeda dari kopi di daerah lain di nusantara. Kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa buah-buahan yang asam dan segar. Hal tersebut terjadi dikarenakan tanaman kopi di Bali Kintamani ditanam bersamaan dengan tanaman lain seperti aneka sayuran dan buah jeruk. Kopi jenis ini menggunakan sistem ‘tumpang sari’ bersama dengan jenis tanaman lain. Itu kenapa biji kopinya meresap rasa buah-buahan seperti jeruk. Selain memiliki cita rasa ‘buah’, kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa yang lembut dan tidak berat. Keunikanya tersebut di dapat dari letak geografisnya yang unik juga. Bagi kamu yang menyukai cita rasa kopi berbeda, kopi Bali Kintamani bisa menjadi pilihan yang tepat.

Kopi Papua Wamena

Kopi yang berasal dari wilayah Timur Indonesia ini tumbuh pada ketinggian 1.500 m dengan suhu 20 derajat. Menjadikannya kopi dengan cita rasa ringan dan memiliki keharuman tajam yang nikmat. Kopi Papua Wamena memiliki tingkat keasaman yang rendah, mungkin dikarenakan letak geografisnya dan juga struktur tanah tempat kopi ini bertumbuh. Yang membuat kopi ini berkualitas tinggi adalah para petani menanam kopi ini secara organik karena tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang tentu bisa memengaruhi kopi yang akan dihasilkan. Untuk kamu yang menyukai kopi dengan rasa ringan dan lembut, aroma tajam yang nikmat serta tekstur yang nyaris tanpa ampas, kopi Papua Wamena adalah pilihan yang tak mungkin salah.

Kopi Flores Bajawa

Flores terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, siapa sangka daerah ini ternyata juga menghasilkan kopi yang tak kalah nikmatnya. Kopi Flores Bajawa adalah kopi yang berasal dari Kabupaten Ngada. Kopi ini tumbuh di dataran Flores yang subur meskipun di kelilingi oleh pegunungan yang masih aktif maupun tidak. Tanah tempat kopi ini dihasilkan ternyata mengandung andosols subur dari abu gunung berapi yang ternyata sangat baik untuk menanam kopi. Dan jadilah kopi Flores Bajawa yang nikmatnya tak kalah dengan kopi nusantara lainnya. Kopi Flores Bajawa biasanya melalui proses giling basah. Kopi ini memiliki sedikit aroma fruity dan sedikit bau tembakau pada after taste-nya. Sebuah keunikan yang mungkin tak didapatkan dari biji kopi yang berasal dari daerah lain.

Kopi Jawa

Kopi yang berasal dari Pulau Jawa ini ternyata memiliki keunikan cita rasa sendiri. Aroma rempah yang lahir secara alami menjadikan kopi jenis ini dinikmati karena memiliki karakteristik yang berbeda. Meskipun kopi Jawa tidak sekuat kopi Sumatera dan Sulawesi dari segi cita rasa dan aroma, tetapi dia tetap memiliki penikmat sendiri karena aroma tipis rempah yang dihasikan. Menjadikan pengalaman minum kopi terasa lebih unik dan berbeda. Sebagian besar kopi Jawa melalui proses giling basah. Itu jugalah yang membuat cita rasanya tidak terlalu kuat. Meski begitu kopi Jawa tetap diminati karena menurut beberapa ahli, tidak semua kopi nusantara mampu menghasikan kopi yang beraroma ‘rempah’.

Setelah kita baca artikel ini, berikut sedikit tentang OTTEN COFFEE: Otten Coffee adalah Coffee Source terbesar dan penyedia alat-alat kopi terlengkap bagi para pencinta kopi di Indonesia.

Di http://www.ottencoffee.co.id/majalah Anda juga dapat membaca berbagai artikel yang lain tentang kopi.

Kopi Nusantara itu kini juga ada di Warung Kopi Legawa. Sebab Legawa Cafe fokus dengan Wedang Kopi harga rakyat namun bercita rasa nusantara. Bukan saja sebagai tempat nongkrong kaum muda, semua bisa menikmatinya dari harga Rp 5.000,- hingga Rp 15.000,- . Kini perbendaharaan Kopi Nusantara makin lengkap saja.

Rekoleksi Para Legawer

Mungkin sedikit aneh tentang munculnya istilah LEGAWER. Hehehe..... memang iya sih. Ini julukan bagi kami yang menjadi anggota Legawa Coffee Club yang sangat menjunjung tinggi "Kopi Cita Rasa Nusantara". Sebenarnya tidak hanya kami yang dipanggil para legawer atau legawers ini, sebab bagi yang menjadi member / pelanggan tetap kami di Legawa Coffee Cafe juga adalah legawer.

So, kami akan mengadakan rekoleksi atau pembinaan bagi para legawer ini. Hanya saja tanggal dan harinya belum ditentukan. Sempat juga direncanakan tanggal 2 Agustus 2015 yang lalu, tetapi rupanya kami belum siap.

Mohon dukungannya ya... semoga rencana rekoleksi kami sungguh terlaksana. Oh iya lupa, rekoleksi itu khusus legawers yang katolik, kalo pertemuan lainnya buat temen-temen non-katolik mungkin perlu dipikirkan juga, misalnya main musik bareng, atau rekreasi bareng ke pantai, atau bersama-sama tanam pohon di lahan publik yang gundul, atau aksi sosial kemasyarakatan yang lain.

Ok, gitu dulu....
Jangan lupa mampir di cafe kami.

Manfaat Kopi

Berikut tulisan yang diambil dari:
https://plus.google.com/106787524340421971611/posts

Semua tentunya sudah tau apa itu kopi? Yups, kopi yang digemari oleh
jutaan umat manusia ini ternmyata memiliki manfaat yang cukup menarik
bagi kesehatan. Tidak tanggung-tanggung ternyata kopi yang nikmat itu
memiliki begitu banyak manfaaat sala satu diantaranya:

1. Mencegah penyakit saraf.
Peminum kopi berkafein cenderung tidak akan mengembangkan penyakit
Alzheimer dan Parkinson. Kandungan antioksidan di dalam kopi akan
mencegah kerusakan sel yang dihubungkan dengan Parkinson. Sedangkan
kafein akan menghambat peradangan di dalam otak, yang kerap dikaitkan
dengan Alzheimer.

Kopi Jawa di Legawa Coffee Cafe

Kopi JawaKopi Jawa – Pada tahun 1696 Walikota Amsterdam Nicholas Witsenmemerintahkan komandan VOC di Pantai Malabar, Adrian van Ommenuntuk membawa bibit kopi ke Batavia atau sekarang yang disebut JAKARTA. Bibit kopi tersebut diujicoba pertama di lahan pribadi Gubernur-Jendral VOC Willem van Outhoorn di kawasan yang  sekarang dikenal sebagai Pondok Kopi, Jakarta Timur. Panenan pertamakopi Jawa, hasil perkebunan di pondok kopi langsung kirim ke Hortus Botanicus Amsterdam. 

LAMPU dan KABEL listrik Warung telah Dicuri

  

Setelah beberapa hari, para Tim Legawa berlibur dengan tidak membuka warung oleh sebab merayakan TRIHARI PASKAH. Warung memang menjadi terlihat sepi. Tetapi, rupanya menjadi semakin sepi, karena lampu dan kabel yang berada di bawah kanopi itu telah lenyap. Dan Mas Yoyo sebagai ketua tim memberikan informasi baru hari ini (07 April 2015, pkl.18.00) sebelum bersama Mas Puput (Wakil Tim) pergi mengunjungi Mas Sanca sebagai Sie. Perwarungan di Magetan Raya.

"Wow...... rupanya lampu itu diminati. Puji Tuhan kalau memang berguna dan dapat digunakan oleh Saudara Pencuri kita.", demikian Romo Kris, OCarm berceloteh setelah mendengar informasi tersebut. 

Tetapi, dengan peristiwa ini, Tim Legawa semakin getol dalam berdoa. Terlebih dalam bekerja dan berdoa. Sebab berdoa, terutama, menjadi kekuatan yang melebihi dari apa pun juga. Dan semoga dengan peristiwa ini, kebaikan, perhatian dan kasih semakin nyata di Legawa Coffee bagi para pengunjunnya. Sebab, memang kami berharap, dengan kualitas kopi nomor satu tetapi harga yang terjangkau, banyak masyarakat menikmati kopi dari berbagai daerah di Nusantara tercinta.

Tentunya, kami masih perlu membeli dan memasang lagi kabel dan lampunya. Hehehe...... kalau perlu kami akan menyediakan wedang kopi khusus untuk pencurinya. Tis.tis. gratis....wkwkwkwk.....!